Pengertian Ayat Mutasyabihat lafdzi

Tahukah teman-teman calon hafizh qur’an  Ayat Mutasyabihat lafdzi? pengertian ayat Mutasyabihat lafdzi menurut syaikh Ahmad Bin Faris kata mutasyabih tersusun dari huruf syin, ba’, ha’. Kemudian menurut syaikh Mahmud Bin ‘Umar az-Zarkasyi kata mutasyabihat adalah dua perkara yang saling menyerupai.

Kata mutasyabihat secara linguistik memiliki dua pengertian yaitu serupa dan samar. Mutasyabihat dibagi menjadi dua, yaitu: mutasyabihat lafzhi dan mutasyabihat ma’nawy.

 

pengertian mutasyabihat lafdzi
Ayat-ayat yang mirip

Menurut syaikh Muhammad Thalhah Bilal Minyar, mutasyabihat lafzhi adalah ayat-ayat yang diulang kata-katanya dalam bentuk yang sama disertai dengan perubahan atau pergantian. Pengulangan yang dimaksud hanya berkaitan dengan ayat-ayat al-Qur’an, bukan selain ayat-ayat al-Qur’an.

contohnya bisa di baca disini.

 

Berikut beberapa kategori Ayat Mutasyabihat lafdzi:

 

1. Kategori penambahan lafazh, maksudnya ada kata yang ditambah pada sebuah ayat sedangkan di ayat lain tidak ada.
2. Kategori makrifat dan nakiroh, maksudnya ada dalam sebuah ayat disebutkan dengan makrifat, akan tetapi di ayat lain nakirah. bisa juga disebut dengan pendekatan nahwu shorof. silahkan baca artikelnya.

3. Kategori tunggal dan jamak.
4. Kategori pertukaran huruf, artinya antara beberapa ayat yang memiliki keserupaan ayat dibedakan dengan satu huruf.
5. Kategori pertukaran kalimat atau diganti.
6. Kategori penyebutan lebih awal dan akhir. Maksudnya perbedaan posisi kata dalam sebuah surat.

 

artikel selengkapnya bisa dibaca:

 

Keutamaan mempelajari mutasyabihat lafdzi.

banyak para santri tahfizh yang tidak memperhatikan pembahasan ayat ayat yang mirip di al-quran. Sering kali mereka saat setoran ke ustadz menghadapi kekeliruan antara ayat satu dengan ayat lain yang mirip. jadi, penghafal al-quran tersebut tanpa sadar berpindah atau menyambung pada ayat surah yang lain.

para santri tahfizh sangat ceroboh lupa terhadap ayat yang sempat di hafal. keadaan dimana tidak bisa kembali mengingat hafalanya. karena, mereka cepet puas dengan hanya ziyadah hafalan. bahkan ada yang tidak semngat untuk melancarkan hafalan alquran. silahkan baca bukunya di shopee.

 

1. Terhindar dari kesalahan dan keraguan.

Dalam muqoddimah kitab-kitab mutasybaihat lafdzi, para muallif menyampaikan bahwa mereka memiliki tujuan besar yaitu mempermudah jalan mengingat ayat ayat mutasyabihat lafdzi. Banyak dari para penghafal al-quran yang berhenti tidak samapi 30 juz. ada yang berhenti di juz 1 dan ada yang berhenti di permulaan juz 5.

Faedah mempelajari mutasyabihat lafdzi adalah terhindarnya dari kesalahn yang berulang-ulang pada ayat sama. contoh misalnya murojaah ayat yang menceritakan kisah nabi musa as di surah al-baqarah dan surah al-‘raf. banyak yang ragu antara kata wakula atau fakula.

 

2. Menjadi bukti kemukjizatan Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab samawi yang tidak tertandingi. Kitab yang tidak bisa dipalsukan oleh sarjana-sarjana barat. salah satu kemukjizatan Al-Qur’an itu bisa dirasakan dari segi SASTRA. Kemukjizatan Al-Qur’an yang memiliki nilai satra luhur itu, mampu memilih kata yang tepat untuk menjelaskan setiap peristiwa dan konteks yang berbeda.

Al-quran selalu menghidangkan variasi cerita dengan redaksi/ayat yang kondisi dan situasi pada saat di wahyukan.
Kitab suci al-quran mampu memilih kata yang tepat untuk menceritakan isyarat-isyarat tertentu disetiap ayatnya. Contoh: penggunaan kata liyaskunu dan litaskunu terhadap ayat-ayat yang menyebutkan waktu siang.

 

 

 

sumber buku rumus ayat ayat yang mirip di alquran

 

terimakasih telah membaca artikel ini

Share

Leave a Comment