Macam-Macam Tajwid

tajwid alquran adalah menempatkan huruf sesuai hak dan mustahaknya. Macam-Macam Tajwid dalam pembahasan, setiap huruf-huruf Hijaiyah memiliki hak dan mustahaknya. Hak huruf adalah sifat yang mesti terjadi atau dimiliki oleh masing-masing huruf.

 

 

macam-macam tajwid


Bagaimana hukum tajwid alquran??

 

وَالْأَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حَتْمٌ لَازِمٌ   –   مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرْآنَ أَثِمُ

“menggunakan ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an merupakan hal yang wajib, barang siapa tidak menggunakan tajwid dalam membaca Al-Qur’an maka berdosa dia.”

 

contoh misalnya: tajwid saat membaca huruf yang memiliki sifat Syiddah, adalah huruf Kaf (ك) dan huruf Ta’ (ت), maka seseorang yang mengucapkan Huruf Kaf (ك) atau huruf Ta’ (ت), suaranya harus tertahan.

 

Wajib ini terbagi 2, yaitu :

1. seseorang itu melakukannya (dalam membaca Al-Quran dengan menggunakan ilmu tajwid).

 

maka mendapatkan pahala, tetapi apabila seseorang itu meninggalkannya (dalam membaca Al-Quran tidak menggunakan ilmu tajwid), maka berdosa.

 

2. Wajib Shina’i, adalah wajib menurut aturan atau pandangan ulama tajwid.

 

Apabila seseorang membaca Al-Quran sesuai dengan aturan kaidah ilmu tajwid itu adalah baik dalam pandangan ulama tajwid, tetapi jelek sekali apabila seseorang membaca Al-Quran tidak menggunakan ilmu tajwid, maka seseorang yang hendak membaca Al-Quran secara ikhtiyari berupaya agar bacaannya sesuai tuntunan tajwid, inilah yang disebut wajib shina’i, yaitu wajib yang sengaja diupayakan agar bacaan tersebut sesuai dengan tuntunan ilmu tajwid, sehingga secara syar’i mendapatkan pahala.

 

contoh: tajwid dalam membaca firman-Nya عَسَى اَنْ يَبْعَثَكَ رَبُكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا), khawatir tertukarnya (Dzal (ذ) dalam lafazh) مَحْذُوْرًا dengan (Zha’ (ظ) dalam lafazh) مَحْظُوْرًا (dan khawatir tertukar huruf Sin (س), dalam lafazh عَسَى dengan huruf Shad (ص) yang ada dalam lafazh عَصَى.”

 

Tajwid juga merupakan hiasan dari bacaan, artinya apabila seseorang membaca Al-Quran sesuai dengan aturan-aturan tajwid, maka bacaan Al-Quran yang ia baca terasa lebih nikmat dan enak untuk didengarkan. Tajwid juga merupakan hiasan berguru atau belajar Al-Quran, ini artinya apabila seseorang belajar dan berguru Al-Quran dibarengi dengan aturan-aturan tajwidnya, maka nampak enak bacaan tersebut untuk dipelajari dan dinikmati, demikian juga apabila ada seseorang yang membaca Al-Quran dengan Qira’at dibarengi dengan tajwidnya, maka nampak indah bacaan Al-Quran tersebut.

 

Menggunakan ilmu tajwid ketika seseorang membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban yang mesti dilakukan, meskipun belajar ilmu tajwid adalah fardlu kifayah, tetapi mengamalkannya merupakan fardlu ‘ain, artinya wajib bagi setiap individu untuk menggunakan ilmu tajwid ketika membaca Al-Quran, jadi belajar ilmu tajwid itu fardlu kifayah, tetapi mempraktekkannya fardlu ‘ain.

 

Bahwa seseorang membaca Al-Qurän dengan sempurna sesuai hak dan mustahaknya, jangan merasa terbebani, sehingga berberat-berat melafazhkan yang ia sendiri tidak mampu dan tidak bisa mengucapkannya, tetapi mengucapkannya harus dengan lemah lembut tidak berlebih-lebihan, asalkan sesuai dengan patokan makhraj, hak dan mustahaknya, sehingga terkesan bahwa belajar agama itu mudah tidah sulit.

 

Share

Leave a Comment